Apa yang bos inginkan

Selama 15 tahun saya bekerja bagi banyak perusahaan, saya amati beberapa jenis perilaku yang bekerja sangat baik untuk meningkatkan karir di dunia bisnis. Saya telah mengamati para pekerja baru, kolega seangkatan saya (2-4 tahun di perusahaan) dan orang lama di perusahaan. Saya kenal mereka cukup baik untuk mengetahui apa yang mereka pikir telah mereka lakukan untuk memajukan karir mereka. Berikut adalah beberapa kesimpulan yang saya dapatkan:

Fokus pada apa yang menghasilkan keuntungan

Di beberapa perusahaan ini mungkin lini produk, di lain perusahaan mungkin penawaran layanan tertentu. Pada dasarnya apa saja yang menjadi pendapatan perusahaan. Atasan akan kesal jika bawahannya lebih peduli kepada klaim taxi dan penggantian dana dibandingkan dengan pendapatan perusahaan. Akan tetapi, fokus pada keuntungan saja tidak akan cukup untuk memajukan karir Anda, tidak semudah itu. Hal ini adalah suatu kewajiban bagi semua karyawan.

Kemampuan untuk memonetisasi produk atau jasa baru

Kemampuan untuk berinovasi atau membuat produk baru dan/atau menawarkan layanan adalah bakat yang sulit ditemukan di dalam diri karyawan. Kemampuan untuk mengubah inovasi menjadi mesin pencetak uang lebih sulit lagi untuk ditemukan. Hanya dalam beberapa bulan terakhir, nilai pasar Facebook meningkat secara drastis setelah mereka menunjukkan bahwa mereka dapat menghasilkan banyak uang di pasar teknologi mobile. Facebook memiliki beberapa insinyur tercerdas dalam industri saat ini. Tapi itu tidak dianggap sebagai pembuat uang di awal IPO mereka dan pasar menghukum mereka dengan menurunkan harga saham sekitar 50% dari harga awal hanya beberapa hari setelah IPO. Ketika mereka berhasil untuk membuktikan kepada dunia bahwa Facebook dapat memonetisasi situs sosial, melalui komputasi mobile (tablet dan smartphones), dunia menghargai mereka dengan menaikkan nilai pasar Facebook.

Memahami hal-hal, persepsi situasi yang akurat

Tidak ada lebih menyebalkan untuk bos daripada seorang karyawan yang begitu yakin tentang sesuatu dan tidak mau mendengarkan orang lain. Dalam kasus seperti ini, atasan menggunakan kata-kata seperti: putus asa, calon dipecat, bobot mati, dan seterusnya, Anda mengerti maksud kami.

Membuat orang di sekitar Anda terlihat baik

Karyawan sering berpikir bahwa cara terbaik untuk maju dalam organisasi untuk menyembah atasan, menyikut kolega, dan menginjak bawahan, betapa salahnya hal ini. Justru dengan bekerja bersama-sama dan membantu karyawan lain yang membutuhkan, untuk mencapai tujuan bersama, Anda dan organisasi semakin maju.

Jadi itulah beberapa petunjuk untuk dapat menyenangkan atasan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *