Belajar Dengan Waspada

Belajar lapangannya

Variabel terpenting apa yang harus dilakukan perusahaan dengan baik secara terus-menerus, secara konsisten dalam rentan waktu yang lama?

Belajar adalah jawabannya.

Untuk menjadi yang nomor 1 di dalam industri, perusahaan perlu melakukan hampir semua hal dengan benar, dengan inovasi sebagai prioritasnya. Tapi untuk menghasilkan kinerja yang baik, selalu dapat untung dan dapat bertahan, tidak semua perusahaan mengutamakan inovasi. Menjadi yang terakhir masuk ke bisnis juga ada untungnya, meskipun kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan besar dari pengguna awal telah lewat, risiko kegagalan juga berkurang karena pasar sudah bereaksi terhadap produk baru tersebut. Membiarkan perusahaan lain untuk memimpin dan berinvestasi besar-besaran dalam R & D adalah pendekatan konservatif perusahaan yang ingin mengurangi risiko kegagalan.

Ketika membuat keputusan, kesalahan kecil disesalkan tetapi tidak akan menghentikan semuanya, selama tidak sering terjadi. Kesalahan besarlah yang membunuh sebuah perusahaan. Pertaruhan besar yang tidak menghasilkan seperti sistem telepon satelit Iridium Naas adalah salah satu contohnya. Apa yang membuat pertaruhan itu menjadi besar adalah ukuran dari yang dipertaruhkan. Sebagian besar waktu itu adalah jumlah uang yang dipertaruhkan. Apakah itu dari investasi, kehilangan pendapatan, atau masalah hukum. Buku Benjamin Graham, “Intelligent Investor” (investor pintar), menawarkan 10% untuk dialokasikan ke spekulasi dari 100% investasi. Secara mental, orang tidak boleh berspekulasi lebih dari kemampuannya. Pesannya jelas bahwa seseorang harus menghindari kesalahan besar itu, daripada habis-habisan mengejar hal-hal besar berikutnya. Secara hati-hati tentunya.

Belajar adalah untuk mengetahui cara baru. Dan mengetahui waktu yang tepat untuk berjalan di jalan itu. Dan melakukannya se efisien mungkin agar dapat meraih keuntungan. Ini adalah kedisiplinan mental yang terus-menerus, secara sadar mengetahui bahwa cara lama mungkin bukanlah cara yang terbaik lagi. Kedisiplinan mental yang pengorbanan yang terkadang terlalu tinggi. Bahwa selalu ada cara lain. Belajarlah untuk cukup cepat mengetahui bahwa Anda salah dan siap untuk memperbaikinya, sebelum menjadi kesalahan fatal. Belajar tidak dapat diserahkan ke program komputer beberapa (setidaknya belum sekarang) atau dilakukan oleh orang lain.

Jadilah sebuah organisasi yang belajar, di mana individu-individu di dalamnya terus-menerus belajar untuk memastikan organisasi mengambil jalan yang tepat dan melakukannya secara efisien.

[jbs]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *