Berbicara dengan gajah

Berbicara-Gajah

Ketika Anda sedang memfasilitasi di depan kelas, salah satu hal yang paling menantang adalah untuk mendapatkan perhatian dari para peserta. Di era internet ini, perhatian adalah sumber daya paling terbatas. Lalu, bagaimana cara kita mendapatkan perhatian peserta?

Mari kita berbicara dengan seekor gajah. Jonathan Haidt, dalam bukunya “The Happiness Hypothesis (Hipotesa Kebahagiaan) ,” menganalogikan otak manusia seperti gajah dan penunggangnya. Sebenarnya, Haidt berbicara tentang dua bagian otak manusia. Pengendara adalah bagian otak yang terkontrol dan sadar. Sementara itu, gajah adalah perasaan, emosi, dan intuisi.
Apa yang harus kita sadari adalah gajah itu besar dan lebih kuat daripada pengendaranya. Jika gajah dan pengendara berada di dalam konflik, siapa yang Anda pikir akan menang?. Masing-masing peserta memiliki gajah mereka sendiri. Ada orang-orang yang mencoba untuk memusatkan perhatian dari sadar mereka, sementara gajah mereka memaksa mereka untuk tidur. Ini berarti, jika gajah mereka tidak terlibat, maka peserta akan kesulitan untuk memusatkan perhatian mereka. Pengendara dapat memaksa gajah untuk memberikan perhatiannya, tapi akan sangat melelahkan. Oleh karena itu, kita harus melibatkan si gajah, tapi bagaimana?

Satu hal yang harus Anda sadari bahwa gajah adalah makhluk yang penuh rasa ingin tahu. Oleh karena itu gunakanlah berbagai metode mengajar seperti: bercerita, kejutan, permainan dan pertanyaan yang menarik. Metode mengajar yang beragam akan memberikan kekuatan bagi. pengendara untuk mengendalikan Gajah.

Sumber: Desain untuk bagaimana orang belajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *