Mengasah Kapak

 

Sharpen your axe

Suatu hari, seorang pedagang kayu merekrut pekerja untuk memotong kayu di lahannya. Dengan kompensasi dan kondisi bekerja yang baik, si pekerja baru bertekad untuk bekerja keras. Di hari pertama, si pekerja menerima sebuah kapak dan dia pergi untuk mulai bekerja. Di hari itu, dia berhasil merobohkan 8 pohon. Si pedagang kagum dan memuji si pekerja baru ini. Termotivasi oleh pujian atasannya, si pekerja ini bekerja lebih keras di keesokan harinya, akan tetapi dia hanya mampu merubuhkan 7 pohon hari itu, dan semakin sedikit di kemudian hari; walaupun dia telah bekerja dua kali lebih keras. Beberapa hari berselang dan dia tidak dapat memotong lebih dari 5 pohon per-hari. Sang pekerja mulai kehilangan kepercayaan dirinya, dia malu, dan mulai khawatir akan masa depan pekerjaannya. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar karena malu akan kinerjanya. Si pedagang yang bijak ini mendengarkan keluhan si pegawai dan menanyakan kapan terakhir kali dia mengasah kapaknya. Si pekerja berfikir bahwa dia tidak perlu mengasah kapak, karena itu hanya akan membuang waktunya untuk memotong pohon. Si pedagang menyuruh dia untuk mengasah kapaknya sebelum dia bekerja esok hari, dan keesokan harinya, dia dapat merubuhkan 8 pohon.

Untuk mempertajam kapak organisasi Anda, hubungi kami.

[anonim]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *