Pemantauan dan Peningkatan Kinerja

WHY

slide9“Apa yang dapat diukur, dapat diatur.”

– Peter Drucker, Bapak dari Manajemen. –

 

Peter Drucker, Bapak dari Manajemen menyimpulkan bahwa kita hanya dapat mengatur berbagai aspek dari bisnis yang dapat kita ukur.

 

slide10

Sudahkah anda menghargai kinerja secara objektif?

Berkarya itu berati menciptakan nilai.

Untuk mendefinisikan apa yang menjadikan suatu nilai, tahap akhir yang diinginkan harus diartikulasikan terlebih dahulu.

Dengan tahap akhir yang jelas, penciptaan nilai kemudian dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang membawa organisasi lebih dekat kepada tahap akhir yang diinginkan tersebut.

 

APA & BAGAIMANA

Untuk memastikan Pemantauan Kinerja yang optimal:

  1. Luruskan dan samakan KPI-KPI (Key Performance Indicator/Indikator Kinerja Kunci) Anda:
    – Artikulasikan visi, misi, and nilai-nilai;
    – Identifikasi objektif strategis;
    – Formulasi inisiatif-inisatif strategis & pengembangan rutin;
    – Mengembangkan KPI & beba-beban;
    – Berkomitmen terhadap rencana-rencana kerja, sumber daya, dan dana.
    slide15
    a
  2. Jangan lupa makna dari ‘Key (Kunci)’ di KPI!
    – Key Result Indicators (Indikator Hasil Kunci) (10): Menunjukkan bagaimana Anda telah berhasil didalam sudut pandang;
    – Performance Indicators (Indikator Kinerja) (80): Menunjukkan apa yang harus dilakukan;
    – Key Performance Indicators (Indikator Kinerja Kunci (10): 
    Tells what to do to increase performance dramatically Menunjukkan apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja secara dramatis.
    slide4
    a
  3. Tujuan dan Sasaran Anda harus S-M-A-R-T-E-R:
    – Specific (Spesifik);
    Measurable (Terukur);
    – Attainable (Dapat Tercapai);
    – Relevant (Relevan);
    – Timebound (Terikat Waktu);
    – Exciting (Menarik);
    – Resourced (Memiliki Sumber Daya).